Oktober 2008


Juara bertahan Manchester United (MU) belum menunjukkan konsistensi ketika bertandang ke markas Everton. Hasil seri 1-1 adalah upaya maksimal yang bisa dilakukan. Padahal MU menguasai pertandingan. Rooney yang bulan Oktober ini selalu mencetak gol, kali ini tak mampu berbuat apa-apa. Bahkan disoraki pendukung Everton yang juga bekas klub yang dibela Roo (panggilan akrab Rooney). Walhasil, MU tetap menempati urutan 6 klasemen sementara Liga Inggris.

Akankah MU bangkit di masa mendatang? Saya punya keyakinan kuat, karena Fergie (sapaan akrab Sir Alex Ferguson) adalah pelatih berpengalaman yang sudah terbiasa dalam tekanan apapun. Chelsea dan Liverpool memang mendominasi awal musim ini, karena mereka telah membeli pemain-pemain hebat dan berbakat. Tetapi bukan MU kalau tidak bisa mengatasi semua kesulitan awal musim ini.

Pertandingan baru 8 pekan, dan masih sangat panjang untuk mendongkrak posisi klasemen. Jadi sebenarnya belum bisa menjadi ukuran ketidakkonsistesian MU sepanjang musim, MU hanya saat ini belum konsisten. Ingat! Musim lalu Arsenal selalu memimpin klasemen sejak awal hingga pertengahan musim. Tetapi MU mampu menyalip dengan cerdas dan berhasil mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Bukan tidak mungkin musim ini akan terulang, meskipun ada jarak 8 poin dengan Liverpool yang memimpin klasemen.

Sukses MU? Semoga!

Foto: Rooney dikartu kuning karena dianggap memprovokasi pendukung Everton dengan mencium logo MU di kaosnya. Rooney terpancing karena selalu diteriaki setiap membawa bola.

Iklan

Setelah lebih dari setahun menulis buku ini, banyak pengalaman berharga yang hadir, kadang merupakan sesuatu yang lumrah tetapi kadang mengejutkan dan menjadi pengalaman baru bagi penulis. Ketika mempelajari data-data almarhum, menyimak sepak terjangnya, pemikirannya dan menulis dalam bentuk biografi, penulis seolah-olah sedang berdiskusi dengan almarhum, padahal penulis sedang berdiskusi dengan para para kiai dekatnya, para tokoh yang menyimpan banyak kenangan dengan almarhum, kolega, kerabat, serta kader-kader almarhum. Itulah uniknya menulis biografi orang yang sudah meninggal.

Secara singkat diceritakan bahwa banyak tokoh besar dicetak oleh Nahdlatul Ulama. Namun sosok Matori Abdul Djalil adalah istimewa. Sejak muda, ia berdiri di barisan terdepan pemuda NU dalam menghadapi agresivitas pemuda rakyat PKI. Juga saat mesin represif Orde Baru mengincar eksistensi NU dan kiai-kiainya.

Ketegaran fisiknya diimbangi nalar politik dan kemampuan organisasi serta kepemimpinan yang cemerlang. Ia teguh dalam prinsip-prinsip kebenaran, menghargai kebhinekaan dan jati diri bangsa, seraya tekun menjalin relasi politik serta membangun pencerahan bagi politisi muda. Di puncak karier politiknya, Matori adalah Menteri Pertahanan yang menorehkan catatan historis dalam relasi dengan Departemen Pertahanan AS, serta menyelesaikan Buku Putih Pertahanan.

Buku ini menguraikan perjalanan hidup Matori Abdul Djalil dalam merintis karier politiknya, tentang manuver politik Matori dalam menghadapi rezim Soeharto; serta sikap dan pandangannya terhadap kelompok radikal. Buku ini juga menganalisis terhadap peristiwa pembunuhan kiai dan ustadz di Jawa Timur, serangan pembacokan terhadap Matori, peran Matori dalam membuka jalan bagi Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden dan akhirnya menjadi presiden. Ditulis pula manuver cantik Pak Matori saat berseteru dengan Gus Dur, guru yang sangat dihormatinya.

Penulis yakin bahwa pustaka ini sangat berguna bagi generasi muda yang ingin belajar kepemimpinan dan organisasi, pengamatan dan aktivitas partai/LSM, mahasiswa, pemerhati sejarah, serta mereka yang peduli pada nilai-nilai keindonesiaan, demokrasi, dan inklusivisme. Last but not lease, tiada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Pun demikian Pak Matori bukanlah sosok yang sempurna, tetapi kepadanya kita dapat belajar.

Semoga Allah menghapus dosa-dosanya. Semoga seluruh perbuatan baik, amal, ibadah, dan pengabdiannya di dunia diterima di sisi-NYA. Amin ya rabbal alamin.

Secara pribadi, saya menyampaikan rasa terimakasih kepada Mas Khaliq dan tim-nya yang memberikan kepercayaan kepada saya dan Mahrus untuk menulis biografi Almarhum Pak Matori. Juga kepada KOMPAS yang telah menerbitkan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat.[]

Judul Buku: Pergulatan Membela Yang Benar; Biografi Matori Abdul Djalil
Penulis: Mahrus Ali dan MF Nurhuda Y
Kata Pengantar: Susilo Bambang Yudhoyono, Juwono Sudarsono, Harry Tjan Silalahi
Penerbit: PT. KOMPAS Media Nusantara
Cetakan Pertama: September 2008
Tebal: xxiv + 496 halaman
Ukuran: 14 cm x 21 cm

20 Oktober 2008, saya resmi meletakkan jabatan sebagai wakil sekretaris pelaksana harian di pimpinan koletif nasional partai demokrasi pembaruan.

Genap 2,5 tahun mengabdi pada partai politik yang baru lahir. Ikut membidani kelahiran dan mendapatkan akta kelahiran partai ini di depkumham 2007 yang lalu. Hingga akhirnya PDP diakui sebagai partai politik berbadan hukum, dan kini menjadi peserta pemilu 2009.

Sebagai “pejuang”, saya bangga bisa mengantarkan PDP hingga ke gerbang pemilu. Tapi sebagai “pekerja” saya kecewa. Kekecewaan ini bukan semata karena PDP tidak mampu memberikan reward kepada pejuang-pejuangnya, namun karena ternyata setelah perjuangan baru mencapai 50% saya mulai tidak lagi meyakini apakah yang saya perjuangkan bermanfaat untuk saya dan teman-teman yang sealiran dengan saya.

Kolektifitas yang semu, yang semakin hari tidak jua memperbaiki diri akhirnya berujung petaka. Sejumlah pejuang yang seharusnya mendapatkan bintang jasa … perlahan-lahan mulai menyangsikan perjuangannya. Wajah-wajah baru yang dimunculkan sebagai calon legislatif mulai menuai bencana. Mereka datang dan duduk manis di barisan terdepan.

Sistem yang dulu dipercaya mampu menyatukan perbedaan, kita disangsikan. Sistem kolektifitas menjadi alasan untuk meminggirkan para pejuang ditepian kekecewaan.

bersambung ….