APBN


 Sumber : okezone.com
JAKARTA – Departemen Kesehatan (Depkes) terbilang sukses dan paling besar menyerap anggaran stimulus fiskal di kementerian atau lembaga selama semester dua tahun ini.

“Realisasi penyerapan stimulus fiskal yang terbesar berada di Depkes sebesar Rp53,43 miliar atau 35 persen dari pagu indikatif Rp150 miliar,” kata Dirjen Perbendaharaan Negara Herry Purnomo kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (21/8/2009).

Kemudian, penyerapan stimulus yang juga besar disusul Departemen Pekerjaan Umum (PU) 15,01 persen atau sebesar Rp990,868 miliar dari pagu Rp6,6 triliun. Kementerian Perumahan Rakyat 18,6 persen atau Rp74,3 miliar dari pagu Rp400 miliar.

Sementara penyerapan di Departemen ESDM mencapai 21,27 persen atau Rp106,349 miliar dari pagu Rp500 miliar. Lalu Departemen Perhubungan (Dephub) 12,54 persen atau Rp275,715 miliar dari pagu Rp2,2 triliun.

Kemudian penyerapan yang masih kecil dipegang oleh Departemen Perdagangan (Depdag) sebesar 3,95 persen atau Rp13,2 miliar dan UKM 8,02 persen atau Rp8 miliar, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 4,30 persen atau Rp4,3 miliar, dan yang paling miris Deptan.

Herry menambahkan penyerapan stimulus fiskal akan terjadi lebih kencang pada Oktober dan November. Sehingga diharapkan pada Desember nanti stimulus bisa seluruhnya diserap. “Kalau melihat tren tahun kemarin, penyerapan akan dikejar Oktober, November, dan Desember,” ungkapnya.

Dia pun tidak menampik masih lambatnya penyerapan stimulus sektor infrastruktur disebabkan kendala proses pengadaan barang. Di mana proyek fisik harus lewat proses tender sehingga berdasarkan info di lapangan, masih ada penyelesaian tanda tangan kontrak.

Menurutnya, bila persoalan tender bisa diselesaikan, maka bisa diambil muka di KPPN sebesar 20 persen dari pagu. Di samping satker perlu disiplin dalam proses pengadaan barang. (ade)

 Sumber : okezone.com
JAKARTA – Departemen Kesehatan (Depkes) terbilang sukses dan paling besar menyerap anggaran stimulus fiskal di kementerian atau lembaga selama semester dua tahun ini.

“Realisasi penyerapan stimulus fiskal yang terbesar berada di Depkes sebesar Rp53,43 miliar atau 35 persen dari pagu indikatif Rp150 miliar,” kata Dirjen Perbendaharaan Negara Herry Purnomo kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (21/8/2009).

Kemudian, penyerapan stimulus yang juga besar disusul Departemen Pekerjaan Umum (PU) 15,01 persen atau sebesar Rp990,868 miliar dari pagu Rp6,6 triliun. Kementerian Perumahan Rakyat 18,6 persen atau Rp74,3 miliar dari pagu Rp400 miliar.

Sementara penyerapan di Departemen ESDM mencapai 21,27 persen atau Rp106,349 miliar dari pagu Rp500 miliar. Lalu Departemen Perhubungan (Dephub) 12,54 persen atau Rp275,715 miliar dari pagu Rp2,2 triliun.

Kemudian penyerapan yang masih kecil dipegang oleh Departemen Perdagangan (Depdag) sebesar 3,95 persen atau Rp13,2 miliar dan UKM 8,02 persen atau Rp8 miliar, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 4,30 persen atau Rp4,3 miliar, dan yang paling miris Deptan.

Herry menambahkan penyerapan stimulus fiskal akan terjadi lebih kencang pada Oktober dan November. Sehingga diharapkan pada Desember nanti stimulus bisa seluruhnya diserap. “Kalau melihat tren tahun kemarin, penyerapan akan dikejar Oktober, November, dan Desember,” ungkapnya.

Dia pun tidak menampik masih lambatnya penyerapan stimulus sektor infrastruktur disebabkan kendala proses pengadaan barang. Di mana proyek fisik harus lewat proses tender sehingga berdasarkan info di lapangan, masih ada penyelesaian tanda tangan kontrak.

Menurutnya, bila persoalan tender bisa diselesaikan, maka bisa diambil muka di KPPN sebesar 20 persen dari pagu. Di samping satker perlu disiplin dalam proses pengadaan barang. (ade)

Sumber : kontan.co.id

JAKARTA. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari masih kecewa dengan alokasi anggaran yang diterima Departemen kesehatan dalam APBN 2010. Saat berpidato dalam acara penandatanganan MoU kerjasama Telkomsel dengan Depkes, Menkes meminta Dirut Telkomsel agar sering membantu departemennya. “Kalau CSR, jangan bantu Depdiknas lagi, bantu Depkes saja. Pendidikan sudah kaya-kaya,” tukasnya di Kantor Depkes, Rabu (5/8).

Menkes menyatakan, di seluruh dunia, biasanya anggaran departemen kesehatan memperoleh porsi terbesar dari total anggaran negara. Namun di Indonesia, Depkes hanya mendapat jatah Rp 20,8 triliun. “Hanya 10% dari APBN,” keluhnya.

Padahal, peningkatan kesehatan masyarakat sangatlah penting. Ia mencontohkan, di wilayah Indonesia timur, masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, dan dalam kondisi kritis. Karenanya, ia meminta berbagai pihak agar membantu pembangunan kesehatan. “Harusnya nomor satu sehat dulu, baru bisa mikir (sekolah). Sekarang gaji guru malah lebih besar dari bidan dan dokter,” ucapnya.

Sumber : kontan.co.id

JAKARTA. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari masih kecewa dengan alokasi anggaran yang diterima Departemen kesehatan dalam APBN 2010. Saat berpidato dalam acara penandatanganan MoU kerjasama Telkomsel dengan Depkes, Menkes meminta Dirut Telkomsel agar sering membantu departemennya. “Kalau CSR, jangan bantu Depdiknas lagi, bantu Depkes saja. Pendidikan sudah kaya-kaya,” tukasnya di Kantor Depkes, Rabu (5/8).

Menkes menyatakan, di seluruh dunia, biasanya anggaran departemen kesehatan memperoleh porsi terbesar dari total anggaran negara. Namun di Indonesia, Depkes hanya mendapat jatah Rp 20,8 triliun. “Hanya 10% dari APBN,” keluhnya.

Padahal, peningkatan kesehatan masyarakat sangatlah penting. Ia mencontohkan, di wilayah Indonesia timur, masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, dan dalam kondisi kritis. Karenanya, ia meminta berbagai pihak agar membantu pembangunan kesehatan. “Harusnya nomor satu sehat dulu, baru bisa mikir (sekolah). Sekarang gaji guru malah lebih besar dari bidan dan dokter,” ucapnya.