Hari ini, 13/08/09, dr. Budihardja, MPH, Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI mewakili Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) menjemput jenazah dr. Lidya Olivia Pieter (24 th) di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Dr. Lidya meninggal karena tertembak oknum TNI di tempat tugasnya Puskesmas Kanibal Seram Bagian Barat, Maluku tanggal 12 Agustus 2009.
Jenazah selanjutnya akan disemayamkan di rumah duka Kompleks TVRI Blok C No. 50 Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut dr. Budihardja atas nama Menteri Kesehatan dan pimpinan Depkes menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pahlawan kesehatan tersebut. Sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanannya Menkes akan menyerahkan piagam penghargaan berupa Lencana Ksatria Bakti Husada Arutala serta uang duka kepada orang tua korban. dr. Lidya Olivia Pieter adalah dokter PTT yang ditugaskan di Puskesmas Kanibal sejak 1 April 2009.

Hari itu, 12 Agustus 2009 pk. 13.30 waktu setempat, dr. Lidya sedang istirahat di tempat tugasnya, tiba-tiba datang seorang oknum TNI memainkan pistol, tetapi tanpa disengaja pistol meletus mengenai bahu dr Lidya dan akhirnya meninggal dunia. Siang itu juga jenazah dievakuasi dari Puskesmas Kanibal melalui jalan darat ke Pendopo Kabupaten Seram Bagian Barat. Dari pendopo Kabupaten Seram, jenazah dibawa ke Ambon menggunakan feri. Dari Ambon jenazah selanjutnya diterbangkan menuju Jakarta menggunakan Lion Air.

Berita ini saya peroleh dari Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. (berita lengkap)