sanitasi


Sumber : ampl.or.id

Program sanitasi sekolah telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Namun hingga kini, dalam pengimplementasiannya, para pelaku sanitasi sekolah masih berjalan sendiri-sendiri. Terkait dengan hal tersebut, Jejaring AMPL mengadakan Lokakarya Konsolidasi Program Sanitasi Sekolah. Acara ini bertujuan untuk memetakan program sanitasi sekolah yang selama ini telah dijalankan. Acara yang diselenggarakan di Hotel Ibis Tamarin, 9 Juli lalu ini, dihadiri oleh perwakilan dari Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan sebagai narasumber. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh narasumber perwakilan dari program/LSM non-pemerintah, seperti WES UNICEF, ESP/USAID, IRD Indonesia, Plan Indonesia dan Asosiasi Toilet Indonesia.

Program sanitasi sekolah selama ini telah dijalankan oleh pemerintah. Seperti halnya yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional, program sanitasi sekolah selama ini telah diterapkan sebagai bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sedangkan Departemen Kesehatan menerapkan program hygiene dan sanitasi sekolah. Lebih lanjut, Departemen Kesehatan saat ini juga sedang menyiapkan pedoman umum tentang sanitasi sekolah. Upaya yang telah dilakukan pemerintah ini sayangnya belum tersosialisasi dengan baik, sehingga kerjasama yang seharusnya dilakukan dengan pihak lain di luar pemerintahan belum terjalin dengan baik.

Pada acara ini, selain perwakilan dari pemerintah, lembaga/program non-pemerintah juga diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman tentang pelaksanaan program sanitasi sekolah. Program yang dilaksanakan tidak semata hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga ditekankan pada perubahan perilaku para stakeholder sekolah. Misalnya seperti yang dilakukan oleh ESP/USAID, untuk mengubah perilaku anak sekolah, dilakukan pendekatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat melalui kurikulum. Selain itu, dilakukan juga pendekatan terhadap Komite Sekolah untuk menjaga keberlangsungan program.

Setelah pemaparan pengalaman oleh para pelaku sanitasi, dilakukan pula diskusi kelompok untuk menggali isu strategis yang selama ini berkembang dalam praktek sanitasi sekolah. Beberapa hasil diskusi yang dilakukan dalam rangka lokakarya sanitai sekolah antara lain:
1. Leading sector untuk sanitasi sekolah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional
2. Memasukan sanitasi sekolah ke dalam rencana kerja Pokja AMPL daerah.
3. Integrasi sanitasi sekolah kedalam rencana strategis pembangunan pemerintah daerah.
4. Penguatan kapasitas terkait sanitasi sekolah di semua tingkatan, Nasional, Provinsi, kabupaten/Kota dan sekolah.
5. Integrasi pendidikan kesehatan/PHBS dengan kurikulum pembelajaran disekolah.
6. Dukungan dana dari berbagai pihak dalam pelaksanaan program sanitasi sekolah.

Pertemuan konsolidasi sanitasi sekolah yang diselenggarakan oleh Jejaring AMPL bukan merupakan akhir dari kebersamaan untuk menggalang kekuatan dalam percepatan pembangunan sanitasi sekolah. Namun merupakan langkah awal yang akan di lanjutkan dengan langkah-langkah yang lain dengan inisiasi pihak manapun juga yang mempunyai kepedulian dalam pengembangan sanitasi sekolah. Semoga langkah awal ini akan membawa manfaat dalam bersinergi antar pelaksanaan program sanitasi sekolah. DHA/DED

Iklan

Sumber : ampl.or.id

Program sanitasi sekolah telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Namun hingga kini, dalam pengimplementasiannya, para pelaku sanitasi sekolah masih berjalan sendiri-sendiri. Terkait dengan hal tersebut, Jejaring AMPL mengadakan Lokakarya Konsolidasi Program Sanitasi Sekolah. Acara ini bertujuan untuk memetakan program sanitasi sekolah yang selama ini telah dijalankan. Acara yang diselenggarakan di Hotel Ibis Tamarin, 9 Juli lalu ini, dihadiri oleh perwakilan dari Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan sebagai narasumber. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh narasumber perwakilan dari program/LSM non-pemerintah, seperti WES UNICEF, ESP/USAID, IRD Indonesia, Plan Indonesia dan Asosiasi Toilet Indonesia.

Program sanitasi sekolah selama ini telah dijalankan oleh pemerintah. Seperti halnya yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional, program sanitasi sekolah selama ini telah diterapkan sebagai bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sedangkan Departemen Kesehatan menerapkan program hygiene dan sanitasi sekolah. Lebih lanjut, Departemen Kesehatan saat ini juga sedang menyiapkan pedoman umum tentang sanitasi sekolah. Upaya yang telah dilakukan pemerintah ini sayangnya belum tersosialisasi dengan baik, sehingga kerjasama yang seharusnya dilakukan dengan pihak lain di luar pemerintahan belum terjalin dengan baik.

Pada acara ini, selain perwakilan dari pemerintah, lembaga/program non-pemerintah juga diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman tentang pelaksanaan program sanitasi sekolah. Program yang dilaksanakan tidak semata hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga ditekankan pada perubahan perilaku para stakeholder sekolah. Misalnya seperti yang dilakukan oleh ESP/USAID, untuk mengubah perilaku anak sekolah, dilakukan pendekatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat melalui kurikulum. Selain itu, dilakukan juga pendekatan terhadap Komite Sekolah untuk menjaga keberlangsungan program.

Setelah pemaparan pengalaman oleh para pelaku sanitasi, dilakukan pula diskusi kelompok untuk menggali isu strategis yang selama ini berkembang dalam praktek sanitasi sekolah. Beberapa hasil diskusi yang dilakukan dalam rangka lokakarya sanitai sekolah antara lain:
1. Leading sector untuk sanitasi sekolah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional
2. Memasukan sanitasi sekolah ke dalam rencana kerja Pokja AMPL daerah.
3. Integrasi sanitasi sekolah kedalam rencana strategis pembangunan pemerintah daerah.
4. Penguatan kapasitas terkait sanitasi sekolah di semua tingkatan, Nasional, Provinsi, kabupaten/Kota dan sekolah.
5. Integrasi pendidikan kesehatan/PHBS dengan kurikulum pembelajaran disekolah.
6. Dukungan dana dari berbagai pihak dalam pelaksanaan program sanitasi sekolah.

Pertemuan konsolidasi sanitasi sekolah yang diselenggarakan oleh Jejaring AMPL bukan merupakan akhir dari kebersamaan untuk menggalang kekuatan dalam percepatan pembangunan sanitasi sekolah. Namun merupakan langkah awal yang akan di lanjutkan dengan langkah-langkah yang lain dengan inisiasi pihak manapun juga yang mempunyai kepedulian dalam pengembangan sanitasi sekolah. Semoga langkah awal ini akan membawa manfaat dalam bersinergi antar pelaksanaan program sanitasi sekolah. DHA/DED