TIM SAR



Sedia payung sebelum hujan. Seperti itulah tampaknya ynag ingin diperbuat oleh Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Departemen Kesehatan RI. Meski bulan ini bisa dikatakan awal dari musim kemarau dan jauh dari musim hujan, namun PPK Depkes pada tanggal 28-31 Mei 2009, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana di Perairan. Pelatihan digelar di Sanur Bali.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis, Rustam Pakaya.. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) Meningkatkan kemampuan petugas dalam memberikan bantuan hidup dasar dan pertolongan bagi korban bencana, khususnya kerban bencana di perairan, (2) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam menyiapkan dan menggunakan perahu karet dengan dayung maupun dengan mesin tempel, pada saat bencana banjir, (3) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam perawatan peralatan perahu karet dan perlengkapannya sehingga dapat menunjang kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir, (4) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam mengevakuasi korban bencana di perairan.
Materi-materi yang disajikan dalam pelatihan ini, antara lain:
1. Filosofi SAR
2. Overview Penanggulangan Bencana
3. Bantuan Hidup Dasar (Teori dan Praktek)
4. Pengenalan Perahu Karet, Perakitan dan Pembongkaran
5. Teknik Mengangkat dan Membawa Perahu Karet
6. Teknik Mendayung
7. Pengenalan Motor Tempel
8. Teknik Mengangkat, Membawa dan Memasang Motor Tempel
9. Teknik Penyimpanan dan Perawatan Motor Tempel
10. Teknik Evakuasi Korban Bencana di Perairan
11. Teknik Ring Boy
12. Teknik mendayung di air.
13. Teknik mengemudikan perahu karet dengan menggunakan motor temple
14. Teknik Mencuci dan Melipat Perahu Karet
Metode pengajaran yang digunakan selama kegiatan menggunakan metode ceramah (kelas), demonstrasi, drilling (praktik lapangan). Pendekatan pembelajaran dengan metode “adult training”. Interaksi belajar mengajar berjalan dua arah (two way communication) yang memungkinkan peserta didik dan instruktur bisa saling tukar informasi satu dengan lainnya.
Peserta serta narasumber kegiatan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana di Perairan tahun ini sebanyak 56 orang, yang terdiri atas:
1. Dinas Kesehatan Provinsi sebanyak 3 orang
2. Rumah Sakit sebanyak 2 orang
3. Badan SAR Nasional sebanyak 3 orang
4. Badan SAR Provinsi sebanyak 5 orang
5. PMI Provinsi sebanyak 1 orang
6. KKP sebanyak 1 orang
7. Unit Utama Depkes sebanyak 11 orang
8. Perwakilan WHO sebanyak 1 orang
9. PPK Depkes sebanyak 29 orang
(sumber : http://www.ppk-depkes.org)


Sedia payung sebelum hujan. Seperti itulah tampaknya ynag ingin diperbuat oleh Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Departemen Kesehatan RI. Meski bulan ini bisa dikatakan awal dari musim kemarau dan jauh dari musim hujan, namun PPK Depkes pada tanggal 28-31 Mei 2009, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana di Perairan. Pelatihan digelar di Sanur Bali.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis, Rustam Pakaya.. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) Meningkatkan kemampuan petugas dalam memberikan bantuan hidup dasar dan pertolongan bagi korban bencana, khususnya kerban bencana di perairan, (2) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam menyiapkan dan menggunakan perahu karet dengan dayung maupun dengan mesin tempel, pada saat bencana banjir, (3) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam perawatan peralatan perahu karet dan perlengkapannya sehingga dapat menunjang kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir, (4) Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam mengevakuasi korban bencana di perairan.
Materi-materi yang disajikan dalam pelatihan ini, antara lain:
1. Filosofi SAR
2. Overview Penanggulangan Bencana
3. Bantuan Hidup Dasar (Teori dan Praktek)
4. Pengenalan Perahu Karet, Perakitan dan Pembongkaran
5. Teknik Mengangkat dan Membawa Perahu Karet
6. Teknik Mendayung
7. Pengenalan Motor Tempel
8. Teknik Mengangkat, Membawa dan Memasang Motor Tempel
9. Teknik Penyimpanan dan Perawatan Motor Tempel
10. Teknik Evakuasi Korban Bencana di Perairan
11. Teknik Ring Boy
12. Teknik mendayung di air.
13. Teknik mengemudikan perahu karet dengan menggunakan motor temple
14. Teknik Mencuci dan Melipat Perahu Karet
Metode pengajaran yang digunakan selama kegiatan menggunakan metode ceramah (kelas), demonstrasi, drilling (praktik lapangan). Pendekatan pembelajaran dengan metode “adult training”. Interaksi belajar mengajar berjalan dua arah (two way communication) yang memungkinkan peserta didik dan instruktur bisa saling tukar informasi satu dengan lainnya.
Peserta serta narasumber kegiatan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana di Perairan tahun ini sebanyak 56 orang, yang terdiri atas:
1. Dinas Kesehatan Provinsi sebanyak 3 orang
2. Rumah Sakit sebanyak 2 orang
3. Badan SAR Nasional sebanyak 3 orang
4. Badan SAR Provinsi sebanyak 5 orang
5. PMI Provinsi sebanyak 1 orang
6. KKP sebanyak 1 orang
7. Unit Utama Depkes sebanyak 11 orang
8. Perwakilan WHO sebanyak 1 orang
9. PPK Depkes sebanyak 29 orang
(sumber : http://www.ppk-depkes.org)